Sekolah dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu para siswa membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil. Selain itu, juga membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri. Ada 5 nilai karakter yang perlu dan memang sudah sepatutnya diterapkan di sekolah.


Gotong royong
Sikap gotong royong sangat bagus diajarkan di sekolah karena siswa akan lebih cenderung bersemangat karena ada banyak teman dan persaingan. Maka dari itu, akan lebih baik jika sekolah mengadakan lomba kerbersihan kelas dan lingkungan. Dimana, setiap kelas akan diberikan lokasi halaman tertentu untuk dibersihkan. Kebersihannya akan dinilai oleh guru yang akan menjadi juri. Penilaian tidak hanya terpacu pada kebersihan tetapi juga kerja sama tim kelas tersebut dalam memperindah halaman binaan dan kelas masing-masing.

 

Nasionalisme
Nilai-nilai patriotisme dan semangat nasionalisme adalah nilai karakter, yang perlu terus dihidupkan di sekolah. Oleh karena itu, sekolah mesti menyusun pola pembelajaran dan kegiatan siswanya selalu menyisipkan muatan yang memungkinkan tumbuh kembangnya nilai-nilai tersebut. Kegiatan yang mengembangkan nilai patriotisme dan semangat nasional adalah upacara bendera. Melalui kegiatan ini, secara tidak langsung siswa diajak mengenang kembali perjuangan yang dilakukan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Salah satu yang penting juga adalah ketika mendengar lagu Indonesia Raya kita mestinya menghentikan segala aktivitas dan diam menghayati lagu tersebut. Sekolah saya, SMAN 11 Pinrang sudah mencobanya, dan faktanya, karakter siswa di sekolah ini terjaga. SMAN 11 Pinrang tahun ini bahkan menjadi Juara 1 lomba Pendidikan Karakter Tematik se-Sulawesi Selatan. Itu karena pendidikan karakter di sekolah ini melalui pembiasaan bukan sekedar pengajaran.


Mandiri
Mandiri adalah karakter atau sikap dan perilkau yang tidak mudah bergantu kepada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Cara menanamkan sikap mandiri pada siswa di sekolah adalah dengan melatih dan membiasakan siswa belajar bertanggung-jawab dengan setiap tugas dan aktivitas yang diberikan, termasuk disiplin dan taat aturan. Dimana, setiap manusia harus mampu memanajement waktu dan dirinya sendiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain.


Religius

Religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Pembentukan karakter religius terhadap siswa dapat dilakukan di sekolah melalui pendidikan Agama. Sekedar pendidikan agama tentu tidak begitu efektif, maka proses internalisasi nilai-nilai agama akan terwujud jika dalam sekolah ada sebuah pembiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sekolah. Dari pembiasaan yang dilakukan diharapkan akan membentuk karakter siswa yang religius.

 

Integritas
Integritas adalah sifat jujur dan karakter menjunjung kejujuran. Siswa mesti tumbuh menjadi seseorang yang memiliki integritas, yang bisa dipercaya untuk menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. Moto yang diterapkan di sekolah saya dalam hal ini adalah “prestasi penting, jujur yang utama”. Maknanya, kita bersekolah bukan untuk mengejar angka, tapi untuk memperoleh nilai dan harga. Angka 10 lebih besar dari angka 1. Tapi, nilai 1 dolar jauh lebih besar dibanding 10 rupiah. 

 

“Mari Merujuk Kepada Sekolah Berkarakter, Ciptakan Generasi Unggul Indonesia!”