Ingin Belajar Agama? Pastikan Jangan Sampai Salah Langkah

Miftahuzzakiyah

 

Belajar agama itu ada caranya loh, Gaes. Sama kayak kita sekolah atau bahkan main Game. Tentu saja salah langkah dikit kita bisa terjungkal atau terjerumus ke hal-hal yang merugikan kita, bukan? Nah, bagaimana supaya kita tidak salah langkah saat ingin memperdalam agama? Beberapa hal berikut ini bisa membantumu untuk belajar agama lebih mudah, menyenangkan dan tentu saja membuatmu tidak salah langkah.

  1. Perbaiki niat. Pastikan niat kita memperdalam agama adalah untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. Bukan lagi untuk merasa lebih alim, pintar dan menyaingi orang lain atau bahkan untuk menyalahkan dan mendebat ulama.
  2. Mencari guru yang benar. Artinya, saat belajar agama, jangan sampai kita mudah tertarik dan termakan kajian-kajian yang salah. Oleh sebab itu, kita harus mencari guru yang benar. Guru yang benar maksudnya adalah guru agama yang memiliki jalur keilmuan (sanad) yang benar-benar baik dan sampai ke kanjeng Nabi SAW. Tidak sekadar mendengarkan ceramah ustadz-ustadz di you tube.
  3. Belajar agama dengan sumber al-Qur’an, Hadis dan kitab para ulama. Tetap jadikan al-Qur’an, Hadits dan kitab-kitab ulama sebagai sumber referensi. Hindari buku-buku terjemahan karena sering bersifat subjektif. Bukan tidak boleh ya. Nah, itulah sebabnya belajar agama harus didampingi oleh seorang guru. Karena jika tidak, maka setanlah yang akan menjadi gurunya.
  4. Tetap menghormati perbedaan dan menjaga silaturahim. Jika kita sudah merubah penampilan kita, misalnya sudah mulai untuk memakai baju panjang yang sampai menutupi tangan dan kaki (baju muslimah) dan berkerudung, maka hindarilah perdebatan dan tetap menghormati perbedaan, menghormati pilihan teman-teman yang belum memakai jilbab.
  5. Sabar dan konsisten. Ujian untuk para muhajirin yang paling sering terjadi adalah perasaan minder dan dikucilkan. Nah, solusinya adalah tetap sabar, konsisten dengan niat tujuan awal dan tidak membalas hinaan orang lain. Tetap berbuat baik terhadap mereka serta doakan supaya mereka diberi hidayah dan diampuni dosanya. Bentuk ujian yang lain yaitu perasaan ujub atau merasa paling dan lebih dari yang lain. Bahkan merasa paling benar, sehingga mudah menyalahkan atau mengkafirkan. Jangan sampai ya, karena perbuatan tersebut sama sekali tidak menunjukkan akhlak sebagai seorang muslim.
  6. Semakin beragama semakin mengasihi. Abi Quraish Shihab pernah mengatakan bahwa seseorang yang semakin beragama maka ia akan semakin mengasihi. Artinya, orang tersebut akan semakin terbuka pemikirannya, semakin toleransi dan tolong-menolong serta nasihat-menasihati. Orang tersebut akan semakin peka terhadap problematika umat. Bukan malah mengurung diri dan sibuk beribadah sendiri. Tidak hanya hal ibadah wajib saja yang ia perbaiki, akan tetapi juga memperbaiki hubungan sosialnya. Misalnya, membantu fakir miskin, orang tertimpa musibah, menjenguk saudara yang sakit dan menjaga kerukunan dalam keluarga, tetangga dan masyarakat.

Demikian tips-tips supaya tidak salah langkah saat belajar agama, semoga kita semua selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudahan serta keberkahan dalam menjalankan kebaikan. Aaamiin.