Mudah sih, tapi bahaya juga!

Siapa sih yang nggak suka belanja online? Tinggal beberapa kali klik, transaksi sudah
dibayarkan dan barang sampai ke rumah dengan aman! Eits, tapi dibalik semua kemudahan
yang ditawarkan, tentu ada sisi jahat yang dimiliki oleh transaksi yang dilakukan secara online.
Daripada kamu nanti rugi, kenalan dulu yuk dengan ciri dan modus penipuan berikut ini!

Minta transfer lebih diluar aplikasi
Banyak platform online yang biasanya menahan dulu dana dari kita untuk tidak diteruskan ke
seller sampai barang yang kita pesan sampai. Dengan cara seperti ini kamu nggak perlu takut
untuk berbelanja, namun ada kalanya penjual juga menggunakan kesempatan ini dengan
mengatakan kalau ongkirnya kurang, ataupun barang yang ada habis stoknya dan memintamu
untuk mengirimkan uang lebih, jika ini terjadi mending cari seller lain aja!

Langsung menghapus iklan produk setelah kamu hubungi
Saat ketemu dengan seller yang memberikan nomornya dan kamu hubungi, pastikan iklan atau
barang yang akan kamu beli masih ada dan kontak seller nggak berubah. Biasanya penipu akan
buru-buru menghapus barang yang kamu pesan agar tidak terlacak oleh sistem jika ada
transaksi yang mencurigakan!

Nggak ada deskripsi barang jelas
Ada juga nih seller yang males banget memberikan deskripsi barang saat kita tanya, padahal
kewajiban mereka memberikan keterangan sejelas mungkin agar kamu mengerti barang yang
akan dibeli. Kalau ada yang seperti ini pindah aja deh!

Nomor rekening fiktif
Saat kamu dan seller sudah kontak, ada deskripsi barang yang jelas dan tinggal transfer aja,
tunggu dulu nih! Kamu wajib membiasakan diri untuk selalu cek nomor rekening di internet,
coba masukkan ke beberapa website penyedia info rekening palsu, jika nomor rekening tersebut
pernah dilaporkan maka segera batalkan transaksi!

Harga barang murah banget dibanding pasaran!

Dengan iming-iming diskon besar atau sedang harga cuci gudang, seller biasanya
memanfaatkan kesempatan ini untuk menipu. Maka dari itu kamu wajib cek dulu semua harga
dari beberapa seller sebagai bahan perbadingan.

Jangan sampai karena statusmu yang masih pelajar, kamu bisa dimanfaatkan oleh seller
–seller yang curang di luar sana. Jika kamu merasa ada transaksi yang aneh langsung laporkan
saja ke lembaga layanan konsumen!