Berteman nggak boleh pilih-pilih, namun kamu wajib hindari pertemanan yang toxic ini!

Sayangnya mungkin kamu menemukan toxic friendship ini nanti

 

Sejak kecil kita diajarkan untuk tiak pernah pilih-pilih teman, karena tiap orang selalu punya keunikan tersendiri dan penting untuk bisa beradaptasi. Namun kondisi ini bisa jadi membuat kita terbiasa untuk menuruti apa kemauan orang lain dan bahkan kita nggak sadar kalau sedang dimanfaatkan. Sedihnya mungkin kita sendiri punya teman yang menjebak kita pada keadaan toxic friendship seperti ini.

 

Kenali ciri-cirinya dulu yuk!

Biasanya orang yang toxic tidak akan membiarkanmu jauh-jauh darinya, dengan membuatmu nyaman mereka akan bisa mengontrolmu. Entah minta tolong terus menerus tanpa peduli bagaimana perasaanmu, atau menghabiskan waktumu untuk mendengarkan mereka tidak kenal waktu. Jika kamu menemukan pola seperti ini, udah harus waspada.

 

Beranikan diri berpendapat

Salah satu hal yang membuatmu terjebak dalam toxic friendship adalah kamu belum bisa mengeluarkan isi pikiranmu sejujurnya pada mereka. Jadinya mereka juga akan seenaknya sendiri jika kamu tetap diam, padahal nggak baik apabila kebiasaan ini diteruskan. Jadi harus bisa belajar ngomong jujur ya!

 

Sendirian? Nggak masalah kok!

Saat remaja, kita terkesan selalu ada tuntutan untuk harus bersama-sama terus. Takut dihakimi sebagai orang yang introvert, nggak gaul dan sebagainya membuatmu harus betah ketika berada dalam toxic friendship. Padahal jika kamu mau keluar dari zona nyaman, banyak orang-orang baru yang bisa kamu temui!

 

Jika mengganggu, jelaskan baik-baik

Saat kamu cerita tapi nggak digubris, saat kamu membutuhkan bantuan tapi nggak pernah dipedulikan, siapa sih yang betah? Jika perlakuan ini menganggumu, cobalah bicara jujur sedikit demi sedikit. Kamu juga berhak mendapatkan teman yang bisa membuatmu senang dan bukan merasa ‘nggak cukup’ setiap saat.

 

Jaga jarak seperlunya

Ingat, kamu nggak sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang mereka rasakan, biarkan mereka merasakan akibat dari pelakuan mereka sendiri. Setelah bisa jujur pada mereka, saatnya kamu bisa jaga jarak, minimal nggak perlu harus selalu dengan mereka saat mengerjakan tugas atau hangout.

 

Untuk bisa bicara terbuka dan jujur apa adanya memang sulit, apalagi yang kita lakukan adalah membuat orang lain menjauhi kita. Tapi kadang kita harus betah dengan ketidaknyamanan demi kebaikan kita sendiri nantinya. Apakah kamu salah satu orang yang punya teman toxic? Tinggalkan komentarmu ya!