Capek Melihat Konten Hoaks Setiap Hari? Ini Lima Cara Menghindarinya

Fera Rahmatun Nazilah

Merasa lebih sering dapet kabar hoaks daripada kabar dari si dia? Hmm... Banyak informasi tapi bingung bedain mana kabar hoaks dan kabar asli?  Sst... Hasil survei Masyarakat Telekomunikasi (Mastel) 13 Februari 2017, menyatakan bahwa dari 1.146 responden, 44,3% diantaranya menerima berita hoaks setiap hari dan 17,2% menerima lebih dari satu kali dalam sehari.  Banyaaaak bangettttt.....

Hoaks bukan perkara sepele loh, bisa menyebabkan kita bertengkar dengan yang lain dan membuat kita jadi bodoh, kan? Nah, lima cara ini dapat membantu kamu untuk menghindari hoaks:

Pertama, Hati-Hati dengan Judul Berita

Banyak berita yang menggunakan stategi clickbait akhir-akhir ini, yaitu menyajikan berita yang berjudul sensasional dan provokatif agar menarik perhatian pengunjung. Nah, apabila kamu menjumpai berita dengan judul yang sensasional dan provokatif, kamu bisa mencari berita serupa dari media lain yang resmi dan tepercaya. Kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda.

Kedua, Cermati Alamat Situs

Ketika membaca suatu berita dari sebuah website, cermatilah alamat URL dari situs tersebut. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi lembaga pers resmi, misalnya, atau menggunakan domain blogspot atau sejenisnya, maka kamu perlu berhati-hati.

Apalagi nih, menurut catatan Dewan Pers, lembaga yang menaungi media gitu, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita, namun hanya 2.588 situs saja yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers (data diakses pada 2 Januari 2019).

Jumlah situs yang telah terdaftar juga belum mencapai setengah dari total situs berita yang ada. Oleh karena itu, ada banyak situs yang berpotensi untuk menyebarkan hoaks. Nah, untuk mengecek apakah portal berita yang kamu baca sudah terverifikasi atau belum, kamu bisa mengeceknya melalui situs dewanpers.or.id.

Ketiga, Cross Check Kebenaran Berita

Ketika membaca suatu berita, kita harus mengecek pula isi berita tersebut, siapa narasumbernya, apakah dapat dipercaya atau tidak. Gampang kan?

Keempat, Cek Keaslian Gambar

Kita juga perlu berhati-hati dengan video atau gambar yang sangat fenomenal, bisa jadi itu hoaks. Terkadang video atau gambar yang disajikan bukan dari kejadian yang sebenarnya, melainkan peristiwa di tempat lain atau peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya.

Nah untuk mengecek keaslian gambar kamu bisa memanfaatkan mesin pencari google, yaitu dengan melakukan drag and drop ke kolom pencarian Google Image. Hasil pencarian akan menampilkan gambar-gambar serupa di internet sehingga kamu bisa bandingkan.

Ikut Serta dalam Forum Diskusi Anti-Hoax

Saat ini banyak forum diskusi anti hoax yang dapat kamu temui di media sosial. Misalnya fanspage anti hoax di facebook seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), MAFINDO, Fanspage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanspage Indonesian Hoaxes, Grup Sekoci dan lain-lain. Di grup-grup tersebut kamu bisa bertanya apakah informasi yang kamu dapat benar atau tidak.

Selain itu, beberapa media online saat ini juga menyediakan kanal khusus untuk mengklarifikasi berita, misalnya kanal Hoax or Not di Detikcom, Hoax Saber di Opini.id dll.

Apabila kamu menjumpai informasi yang kamu ragukan kebenarannya kamu dapat mengadukannya ke Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan mengirimkan email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Selain itu, jangan sebarkan berita yang kamu ragukan kebenarannya. Biarkan berita hoaks berhenti di kamu!