Hate Spin itu Apa Sih? Apa Bedanya dengan Hate Speech dan Hoaks?

Sebuah pepatah mengatakan Mulutmu harimaumu mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan kondisi kekinian, Gaes. Ada tiga hal nih yang mestinya kita pelajari, yakni hoaks (berita palsu), Hatepeech (ujaran kebencian) dan hatespin (pelintiran kebencian). Lalu, apa sih beda ketiganya? Yuk ah kita pelajar satu-satu.

Pertama, Hate spin atau pemelintiran kebencian. Sederhananya, ini kerap dilakukan untuk menyerang orang lain dengan alasan yang terkadang dibuat-buat loh, Gaes. Terkadang memang tidak benar-benar terjadi kok. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Cherian George, pengajar di Hong Kong Baptist University dalam bukunya “Hate Spin: The Manufacture of Religious Offense and Its Threat to Democracy” (2016).

Hatespin ini biasanya digunakan untuk menyerang lawan, biasanya dalam politik. Nah, biasanya pake alasan agama (atau identitas lain) sekelompok orang lantas melemparkan ujaran kebencian kepada pihak yang dikesankan telah menyinggung mereka. Momen ini kemudian dimanfaatkan untuk membakar amarah massa agar ikut tersinggung, hingga mereka terdorong melakukan ujaran kebencian, bahkan kekerasan. Ngeri banget deh.

Hate spin ini ancaman serius loh bagi kita, khususnya ndonesia. Apalagi hatespin pakai isu-isu agama. Jadi, hati-hati ya, jangan sampai kita kena provokasi hatespin ini.

Nah, Hate spin ini eda dengan hate speech. Hate speech ini sederhananya adalah segala bentuk komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung yang didasarkan pada kebencian atas dasar suku, agama, kepercayaan, ras, warna kulit, etnis, dan identitas lainnya.

Hate speech tidak hanya menyebar melalui perkataan langsung loh dan banyak banget di media sosial, baik melalui status maupun kolom komentar. Mungkin kamu juga pernah menemukan status atau komentar kasar netizen yang cenderung menghina individu atau kelompok lain.

Sedangkan hoaks merupakan sebuah pemberitaan palsu yang tidak benar adanya. Tujuan hoaks beragam, ada yang hanya sekedar iseng atau lelucon, ada pula yang bertujuan untuk memfitnah seseorang, bahkan menjadikan hoaks sebagai alat propaganda untuk menyebarkan kepentingan-kepentingan suatu golongan dan menjatuhkan lawan.

Hate spin, hate speech dan hoaks memang saling berkaitan satu sama lain. Apalagi di tahun politik yang penuh persaingan ini. Partisan politik bisa saja mengembangkan hoaks, hate speech dan hate spin untuk menjatuhkan lawan.

So guys, kita harus berhati-hati, jangan sampai jadi korban hate speech dan hoaks, apalagi sampai jadi pelakunya. Hati-hati kalau nyetatus yes!