Sejatinya,semangat nasionalisme indonesia didasarkan pada pancasila dan sumpah pemuda  (1928). Didalamnya penghargaan dan toleransi antar suku,agama,dan berbagai latar belakang menjadi kunci utama  untuk menumbuhkan nasionalisme sebagai bangsa yang  satu dan merdeka.
    Pada waktu itu mereka seakan melupakan golongan-golongan dan perbedaan yang ada di antara mereka . Yang terpikir dalam pikiran mereka hanya  satu,merdeka.

            Pembedaan bukan pembatas bagi siapapun karna kita sama-sama diciptakan  oleh tuhan dan dilahirkan dari seorang ibu.perbedaan budaya,agama,daerah bukan jadi kekangan dan kurangnya keharmonisan tapi jadikanlah perbedaan ini sebagai alasan kita untuk bersatu.satu kesatuan.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Bangsa indonesia  yang menunjukkan adanya kondisi keanekaragaman budaya, mengarahkan pada pilihan untuk menganut asas multikulturalisme. Dalam asas multikulturalisme ada kesadaran bahwa bangsa itu tidak tunggal, tetapi terdiri atas sekian banyak komponen yang berbeda. 
Kebhinekaan di sekolah sangat penting diterapkan guna meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Melalui ke bhinekaan di sekolah , sikap dan mindset (pemikiran) siswa akan lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Dengan pengembangan model pendidikan berbasis multikultural diharapkan mampu menjadi salah satu metode efektif meredam konflik. Selain itu, pendidikan multikultural bisa menanamkan sekaligus mengubah pemikiran peserta didik untuk benar-benar tulus menghargai keberagaman etnis, agama, ras, dan antargolongan.
Sekolah pada dasarnya bertujuan, menyiapkan generasi muda untuk mengambil alih peran pendahulunya. Di samping mempelajari hal-hal yang bersifat akademis, pembekalan kepribadian penting artinya untuk menghadapi lingkungan dalam situasi apapun. Pendidikan diarahkan untuk memekarkan eksistensi kemanusiaan dan bukan sekadar agar manusia dapat hidup secara biologis meteriil semata.Dalan kata lain sekolahlah yang membentuk struktur kepribadian yang timbuh dan berkembang menjadi sistem kepribadian yang stabil. Dengan kepribadian yang mantap dan stabil setiap anak didik akan memiliki persiapan dan kesiapan melakukan  peran-peran baru di masa yang akan datang.