Masa muda hanya dihabiskan untuk bersenang-senang? Itu sudah biasa. Masa muda dihabiskan untuk berkarya? Itu baru luar biasa. Siapa yang merasa masih muda? Senang mencipta? Suka berkarya? Buat orang tua bangga? Yang muda, yang berkarya. Masa muda tak akan pernah bisa terulang. Ibaratnya, beras yang diolah menjadi bubur tak akan pernah bisa kembali menjadi beras, atau paling tidak menjadi nasi. Pesulap sekelas pak Tarno pun tak akan bisa mengembalikan sang bubur dengan bim salabimnya. Kata muda banyak diartikan sebagai seseorang yang masih remaja. Remaja diidentikkan dengan kenakalan. Kenakalan selalu dihubungkan dengan keburukan. Mengapa demikian? Itulah paradigma masyarakat kita yang sulit untuk dihilangkan. Masa muda adalah masa-masa yang paling indah. Masa-masa itu akan menjadi lebih indah jika digunakan dalam kegiatan yang positif. Anak muda tak selamanya nakal. Lihatlah begitu banyak anak muda Indonesia yang produktif dan membanggakan negara. Beberapa hari lalu saya melihat siaran tv dan di acara tersebut meliput hidup seorang anak dari penjual gorengan yang berkuliah di Jerman. Jika anda juga melihat tayangan itu, pasti anda tahu acara apa yang saya maksud. Masih diacara yang sama meski di hari yang berbeda ada wawancara terhadap 3 anak lelaki yang menyelamatkan percobaan pemerkosaan seorang gadis. Kisah inspiratif beda jenis ini tentu sangat memotivasi kita sebagai generasi muda. 

 

Satu kisah menginspirasi kita untuk dapat mengejar pendidikan sampai ke mana pun. Pendidikan tak tergantung pada kondisi dompet orang tua anda, tetapi tergantung pada diri anda sendiri. Saya sendiri mengalami betapa beratnya kuliah dengan beban uang semester. Namun, dengan beberapa usaha dan kemauan kini saya bisa kuliah dengan dana dari beberapa lembaga yang baik hati memberi saya beasiswa. Kisah selanjutnya, mengenai bagaimana niat tulus untuk menolong masih berada dalam posisi tertinggi di dalam hati. Bagaimana tidak? Ketiga anak ini dengan berani mencoba membatalkan percobaan pemerkosaan. Tak hanya menjadi pahlawan bagi sang gadis yang menyelamatkan masa depannya, tetapi juga menjadi potret inspiratif generasi muda. Hari ini saya membaca salah satu berita online bahwa ketiga anak tersebut mendapatkan beasiswa pendidikan, uang Rp. 1 juta, dan 1 buah laptop. Itulah salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap keberanian ketiga 'bocah' tersebut. Jika anda senang melihat X Factor Indonesia, pasti tak asing dengan beberapa kontestannya yang masih berusia muda. Sebut saja Shena, Fatin, Mikha, Ryan Nudi, dll. Mereka adalah beberapa contoh pemuda yang sukses di dunia musik dalam ajang pencarian bakat. Jika anda lihat juga film atau sinetron tv, banyak pemain muda yang berbakat dan bersinar meski masih 'remaja'. Jika ingin lebih ilmiah, lihatlah pelajar Indonesia yang berhasil menciptakan sepatu listrik anti pelecehan, mobil listrik, robot, bahkan ada dua siswi yang berhasil membuat pengharum ruangan dari kotoran sapi. Sedikit potret pemuda yang produktif berkarya, semoga dapat membuat kita para pemuda menjadi lebih bersemangat membuat karya yang lebih baik lagi. Salam semangat! Salam pemuda! :)