Kisah Burcin Mutlu Pakdil Bercita-cita Jadi Ilmuwan Sejak Remaja dan  Akhirnya Namanya Dijadikan Nama Galaksi

Miftahuzzakiyah

Burcin Mutlu-Pakdil bisa jadi sama dengan kita, remaja biasa yang ingin belajar dan punya cita-cita jadi astronot. Semangat dan kecintaannya terhadap ilmu sains membuatnya harus meninggalkan Istanbul dan hijrah ke Ankara, Turki. Burcin seperti kita loh, ia sangat suka memandangi langit dan bintang-bintang di malam hari, ia tidak menyangka jika suatu hari salah satu nama galaksi di alam semesta ini akan mengadopsi dari namanya. Wahhhhh.....

Burcin pun tekun sekali belajar, ia menyelesaikan studi Doktoral, lalu ia melanjutkan Pasca Doktoral dan melibatkan dirinya untuk melakukan penelitian di Observatorium Steward Universitas Arizona, Amerika Serikat. Di termpat itu, Burcin menganalisis data-data yang terekam teleskop, data-data yang dapat mengungkap keajaiban alam semesta. Burcin bersama timnya mengamati galaksi, bagaimana galaksi terbentuk dan berubah seiring waktu. Ada sekitar lebih dari satu triliun galaksi loh di alam semesta ini.

Galaksi-galaksi tersebut jika dilihat maka akan terlihat berbentuk elips, spiral dan tak beraturan. Bentuk galaksi tersebut dipengaruhi oleh gravitasi. Galaksi yang letaknya dekat dan ada di sekitar galaksi bima sakti, atau galaksi Milk Way berjumlah sekitar 51 galaksi.

Seperti yang kita ketahui, galaksi merupakan kesatuan sistem yang berisi bintang-bintang, debu dan materi gelap. Sistem tersebut terikat dengan gravitasi dan memiliki massa. Duh... kita belajar fisika banget yaaaa....

Nah, semakin sedikit massa maka pergerakan atau paralaks objek di dalam sistem tersebut semakin kecil. Sejak zaman dahulu, banyak ilmuwan muslim yang ahli dalam bidang astronomi menganalisis galaksi-galaksi yang ada di alam, salah satunya adalah astronom dari Arab bernama Ibnu Haitham yang menganalisis galaksi bima sakti.

Berawal dari penemuan galaksi yang sangat mirip dengan galaksi Hoag's Object atau disebut juga dengan galaksi cincinini, Burcin mulai membangun ide-ide briliannya. Galaksi Hoag termasuk dalam kategori galaksi langka, memilki cincin bintang-bintang biru yang mengelilingi titik pusat simetris berwarna kemerahan, pusat ini berumur lebih tua dibandingkan dengan cincin bintang biru yang mengelilinginya. Galaksi yang ditemukan oleh Arthur Allen Hoag ini berhasil dideteksi pada tahun 1950 dan jumlahnya sekitar 0,1 persen dari galaksi-galaksi yang mengisi komposisi alam semesta ini.

Penemuan galaksi cincin pada tahun 1950 oleh Arthur Hoag tersebut membuat Burcin dan teamnya menduga bahwa galaksi kecil yang baru mereka temukan dan mereka beri nama dengan galaksi PGC 1000714 adalah galaksi yang sama dengan galaksi Hoag. Lagi-lagi dilihat dari morfologi visual. Namun, saat Burcin mempelajari lebih jauh dan harus melewati masa-masa trial dan error, Burcin memutuskan bahwa galaksi PGC 1000714 bukanlah galaksi Hoag.

Dan oleh banyak ilmuwan, galaksi baru ini diberi nama dengan galaksi Burcin. Dunia pun dikejutkan dengan prestasi besar dari seorang muslimah dalam bidang astrofisika. Wow...

Prestasi yang membanggakan bagi seorang wanita perempuan dan berhijab untuk melangkah sejauh ini. Kecintaannya pada ilmu mampu mendobrak pintu penghambat kesuksesan. Walau ia jalani dengan susah payah namun hasil tidak pernah membohongi usaha.

”Kamu mungkin tidak akan mendapatkan hasil pada percobaan pertamamu, setiap kamu gagal, kamu  bangkit dan coba lagi, lagi dan lagi, hingga kamu sampai pada hasil yang sebenarnya,” petuah dari penemu galaksi Burcin itu.

Burcin berharap bahwa pekerjaan dan cerita hidupnya dapat mengilhami banyak orang. Jadi, siapa yang ingin seperti Burcin?