Berbicara tentang Saling memaafkan,kami dari Tim ADHIGANA akan menuangkan sedikit cerita dari Sahabat Nabi Muhammad SAW. Cerita ini patut diketahui dan diambil hikmahnya untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari inilah kisah selengkapnya.

 

 Kisah Para sahabat tengah berkumpul disebuah majlis, waktu itu Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ tidak bersama mereka. Ada Khalid Bin Walid, Ibnu ‘Auf, Bilal dan Abu Dzar di Majlis itu. Mereka sedang membicarakan sesuatu, lalu Abu Dzar mengemukakan pendapatnya dan berkata “Menurutku… Pasukannya mestinya begini dan begitu”. Bilal menyanggah, “Tidak, usulan yang keliru”. Abu Dzar membalas, “Engkau juga wahai anak orang yang berkulit hitam menyalahkanku?”. Bilal lalu berdiri, marah dan menyesalkan perkataan sahabatnya, dia lalu berkata “Demi Allah… Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ”. Bilal tiba dihadapan Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ sambil mengadu “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Dzar padaku?”. Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ bertanya “Apa yang dia katakan padamu?”. Bilal menjawab, “Dia mengatakan begini dan begitu…”. Wajah Rasulullah kemudian berubah. Abu Dzar mendengar hal ini. Dia bergegas ke masjid dan menyapa Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ, “Assalamu Alaikum warahmatullah wabarakatuh, Ya Rasulallah”. Rasulullah menjawab, “Wahai Abu Dzar, apa dengan ibunya engkau menta’yirnya (menjelekkannya)? Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan”. Abu Dzar sontak menangis, dia mendekat ke Rasulullah dan berkata “Wahai Rasulullah, mintalah kepada Allah agar mengampuniku.”(sambil menangis, dia keluar dari masjid menemui Bilal yang sedang berjalan). Dia lalu membaringkan kepalanya sampai pipinya menempel ketanah dan berkata “Wahai Bilal. Demi Allah, aku tak akan mengangkat kepalaku sampai engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkau adalah orang yang mulia dan aku orang yang hina!”. Hal ini membuat Bilal menangis. Dia mendekati sahabatnya, mencium pipinya dan berkata “Demi Allah, aku tak akan menginjak wajah yang pernah sujud kepada Allah”. Mereka berdua lalu berdiri, berpelukan sambil menangis. "Meminta maaf merupakan tradisi orang yang mulia, meski sebagian menganggapnya menghinakan diri". Semoga Allah memaafkan kita semua.

 

 

“Tak ada kebaikan pada diri kita jika kita meninggal dalam keadaan belum saling memaafkan.”

 

Itulah sedikit kisah yang dapat kami share pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.