Gadget, menggenggam layaknya tangan, mencekram layaknya kuku, menjadi acuan layaknya buku. Tak hanya berdampak pada sebuah kecanduan, kekakuan hingga kebodohan. Gadget juga mampu mempengaruhi kebebasan, hingga budaya bahkan ideologi seluruh negara dapat saling menancapkan daya tariknya. Tak terkecuali di Indonesia, negara yang sangat beragam dan berbudaya, berideologikan Pancasila. Ideologi yang mampu menyatukan berbagai keberagaman.

                Namun sekarang, lihatlah dunia yang semakin bebas mendesak berbagai ideologi untuk ikut campur dalam bangsa ini. Salah satunya adalah individualisme, dengan tak kasat mata mendorong anak muda untuk meninggalkan ideologi bangsanya. Padahal ideologi bangsa ini menyulutkan sebuah persatuan, suatu bentuk kerjasama menyongsong bangsa yang aman dan sejahtera. Ia mengajarkan untuk tak mementingkan ego masing-masing insan manusia, namun lebih pada kepentingan bangsa dan negara.

                Kita sebagai seorang manusia, oleh Tuhan tidak hanya ditakdirkan seorang diri. Dengan secara tersirat Tuhan meminta kita untuk bersosialisasi. Manusia adalah makhluk sosial, kalimat yang sudah sering kita dengan sejak jenjang sekolah dasar. Kalimat sekecap yang memiliki arti menancap jika kita resap. Yang mengucap bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa adanya manusia lainnya. Acuan ini membangun sebuah bentuk kerjasama.

                Kerjasama, bentuk sosialisasi manusiawi yang membuat hidup kita makin easy. Kita bisa lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa benar adanya jika suatu pekerjaan dikerjakan bersama akan lebih mudah. Karena kita manusia tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Mau kita orangnya multitalent pun pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Ketidakbisaan atau ketidakmampuan melakukan sesuatu bukanlah sebuah aib, namun menandakan bahwa kita ini makhluk sosial.

                Dengan adanya kerjasama kita mampu mewujudkan sebuah karya atau pencapaian yang tidak dapat kita lakukan sendiri. Seperti para Pahlawan apakah mereka mampu mewujudkan kemerdekaan tanpa melakukan kerjasama? Apakah Indonesia akan terbentuk tanpa adanya kerjasama antar suku, ras, agama dan budaya? Atau bahkan apakah kita bisa submit mading tanpa adanya kerjasama?. Kita ini butuh kerjasama!

                Turunkan egomu tinggikan empatimu, bernegosiasi bukan hanya mencari menang sendiri. Karena kita bekerjasama bukan hanya untuk kepuasan seorang saja, karena kita bekerjasama bukan hanya tentang ego seorang saja, karena kita bekerja sama untuk visi misi bersama. Tak hanya bakatmu atau bakatnya yang lebih baik namun tentang kemauan untuk melengkapi satu sama lain. Merangkul semua pundak, merayunya untuk mau bertindak tanpa lupa dengan akhlak.

                Kerjasama memberikan kita berbagai arti, dari toleransi, menghargai, mengalah, hingga saling melengkapi dalam setiap kekurangan maupun keadaan. Kita butuh manusia yang mau bekerjasama bukan yang sama, kita butuh bernegosiasi bukan hanya satu ambisi, kita butuh tidak hanya satu tapi kita butuh yang mau bersatu, ringankan bebanmu tinggikan solidaritasmu MARI BEKERJASAMA!