Halo sobat master,

                Walaupun dalam realita kita terkadang disia-siakan, tapi dalam realita pula kita juga menyia-nyiakan juga lho...

“Ehmm masa sihhh? Sok tau banget! Aku kan orangnya baik”.                

Benerkan, pasti pada gak sadar... Coba aku mau tanya. Tadi pagi, siang, sore, malam, kemarin, bahkan 10 tahun yang lalu makan kan? Yaa.. pasti makan dong. Emm tapi abis gak? Jangan-jangan sisa lagi. Apalagi nih yang pada balas dendam setelah puasa seharian. Ambil banyak, gak abisss.

                Hehe hayolo benerkan... Emmm nahh itu yang aku maksud.

 “Maksud?”

 Yaa, menyisakan makanan adalah salah satu tindakan menyia-yiakan  yang terkadang sering kita lakukan.

 “Wkwk cuman makanan too? Tak kira penting”.

Eits jangan sepele’in makanan. Makanan itu bagai belian versi layak makan lho, sangat berharga. Apalagi jika aku, kamu, dia, mereka, kita  dalam posisi atau keadaan tertentu.

Yuk cari tahu faktanya!!

FYI nihh setiap orang Indonesia bisa menghasilkan sampah makanan hingga 300kg pertahunnya seperti yang ada dalam data Economist Intelligence Unit (EIU). Bayangkan saja berat sampah makanan di Indonesia pertahunnya mencapi 13 juta ton lho, seperti yang dikutip dari pernyataan Mark Smulders, Kepala Badan Pangan PBB (FAO) saat memperingati Hari Pangan Sedunia. Berat ini sama dengan 500 kali berat Monas!

 “Buset dah”

Bahkan data pada tahun 2014 menunjukan sekitar 1,3 miliyar ton makanan terbuang di dunia. Coba tebak Indonesia nyumbangin berapa banyak? 21 juta ton lho sob. Hal tersebut dikutip dari FB Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO Indonesia).

Wow, angka yang bukan cukup memprihatinkan lagi ya, tapi sangat. Padahal jika 13 juta ton makanan ini dapat dikelola Indonesia dengan baik dapat menghidupi sekitar 28 juta orang atau sekitar 11% populasi penduduk Indonesia menurut data dari Badan Pusat Stastistik (BPS) pada 2015.

                Bukan Indonesia kalau gak mencetak prestasi, yaa gak? Indonesia kali ini berprestasi menjadi peringkat ke-2 di Dunia sebagai penghasil sampah makanan terbesar di Dunia setelah Arab Saudi. Kenyataan yang mengusik hati.

                Jadi dari masalah yang gak perlu di tepuk tanganin diatas itu,  intinya kita harus bijak dalam mengomsusi makanan. Apalagi bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini.  Ya laper tapi yaa gak usah balas dendam juga lah. Ambil makanan secukupnya, nanti kurang kan bisa tambah lagi jadi gak menyisakan makanan. Hargai perjuangan untuk menjadikan bahan mentah jadi bahan mateng. Oke?

#JanganSiaSiainAku #Makanan