Sadar ga sih? Kalo banyak dari siswa sekolah kini makin jauh dari sikap sejatinya seorang remaja sekolahan. Tata laku kepada guru, staf dan karyawan sekolah pun kepada teman satu-persatu diabaikan dengan dalih jaman now yang serba modern dan bebas. Memanggil guru dengan sapaan bro-sis bahkan menyebut nama secara langsung sudah jadi hal biasa. Merendahkan hingga berlaku sesuka hati kepada staf dan karyawan sekolah adalah makanan sehari-hari. Bullying antar teman terus terjadi sebagaimana data KPAI per tanggal 30 Mei 2018 jumlah kekerasan terhadap anak berjumlah 161 kasus dengan 41 kasus diantaranya adalah bullying. Semua terjadi karena kegagalan pengaturan diri yang bermula dari “mewajarkan” segala yang kurang pas. Menurut salah satu guru SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, saat sikap remaja sedikit saja melebihi batas, maka sangat mungkin berlanjut untuk tidak lagi memperdulikan pangkat, derajat, atau tua muda dalam bersikap. Kalau di lingkup sekolah saja begitu, apalagi di lingkup yang lebih luas?