Teman itu segalanya, kan? Tapi, bagaimana jika pertemanan yang kita jalin dibatasi oleh kepercayaan yang berbeda, serta tujuan dan pendapat yang tidak searah. Disekolah kami SMA Negeri 1 Sukoharjo, terdapat 1215 siswa muslim, 39 siswa kristiani, 16 siswa katolik, serta 2 siswa beragama hindu. Seperti yang kita ketahui bahwa mayoritas siswa-siwi disekolah kami adalah umat beragama islam. Disamping hal tersebut, ada beberapa bentuk aktivitas yang sedikit kurang berkenan, seperti kegiatan yang terkesan memihak satu kepercayaan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa pihak yang menuntut untuk membentuk kegiatan yang berbau satu keyakinan, sehingga pihak yang lain merasa terdeskriminasikan.

 

Didalam sekolah, berbeda itu menakjubkan lho kawan-kawan, kita harusnya tengok kiri kanan, dan depan belakang dalam bergerak. Jangan sampai dalam beraktivitas ada pihak yang terlindas. Termasuk memberi ruang bagi mereka kaum minoritas berekspresi luas. Yok, udarakan bhinneka tunggal ika tanpa ada sekat diantara kita, karena kita itu satu dalam nama, SMANSA Sukoharjo. Islam, kristen, katolik, hindu, buddha adalah warna untuk sekolah kita, hilangkan prasangka dan curiga hingga tidak ada batasan diantara kita. Jadi, yuk rangkul teman-teman kita tanpa melirik apa kepercayaan mereka.