Gimana kalau diterapkan di Indonesia ya?

Apa yang biasanya kamu lakukan sebelum menempuh ujian? Pilih jalan-jalan sebentar atau
malah nggak pernah istirahat untuk mempersiapkan materi dengan baik? Ketika kita fokus mati-
matian untuk belajar, anak sekolah yang ada di Norwegia malah diberi jatah sampai tiga minggu
untuk berpesta pora sebelum ujian berlangsung! Kalau di Indonesia mungkin udah jadi rame
nih. Simak fakta uniknya dibawah ini yuk!

Russefeiring, pesta-nya anak sekolah selama April – Mei!
Dulunya pada tahun 1900-an Norwegia sudah menggunakan topi wisuda berwarna merah
untuk menandai murid mana yang telah lulus ke tahap yang lebih tinggi. Setelah berlangsung
selama beberapa tahun perayaan menjelang kelulusan ini pun ditambah dengan adanya
kegiatan keliling kota bersama, lalu para murid pun menggunakan mobil sampai bus sekolah
untuk berpesta. Nggak lupa sebelumnya kendaraan untuk pesta ini telah didekorasi dengan
meriah!

Sekolah pun membuat surat kabar untuk dijual demi membiayai pesta ini!
Jangan dikira kegiatan unik ini nggak punya dukungan lho! Beberapa sekolah bahkan banyak
mendukung pesta yang berakhir pada tanggal 17 Mei setiap tahunnya ini. Mereka menerbitkan
koran parodi yang berisi cerita tentang murid Selain bisa meredakan stress para muridnya,
kegiatan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kampanye social untuk para remaja yang
akan menginjak usia dewasa muda ini.

Suara yang kencang dan aksesoris warna-warni pun udah biasa di tengah kota
Nggak hanya bus yang di make over habis-habisan, para peserta Russ ini juga menggunakan
seragam dengan warna yang sesuai dengan kejuruan mereka. Dengan aksesoris pesta dan
music yang kencang para peserta ini beramai-ramai menyerbu kota udah jadi pemandangan
yang biasa. Malah ada yang sampai tidur di dalam bus karena ada tempat tidur yang terpasang
di dalamnya!

Kira-kira gimana ya reaksi orang tuamu saat tau ada pesta yang dibiayai sekolah untuk anak
sekolah sebelum ujian seperti ini? Selain bisa mendapatkan reaksi yang negative, malah kamu

juga nggak bisa fokus karena euphoria pesta yang masih terasa. Apakah tradisi ini sebaiknya
diteruskan? Tuliskan komentarmu dibawah yuk!