Perempuan Tangguh Tidak Hanya Captain  Marvel, Ternyata Sahabat Perempuan di Masa Nabi Juga Ada Loh

-Fera Rahmatun Nazilah-

Jika di di film-film Hollywood ada Captain Marvel sebagai superhero perempuan tangguh, siapa sangka, Islam justru sudah melahirkan superhero juga, perempuan-perempuan tangguh sejak ribuan tahun lalu. Perempuan itu adalah Nusaibah binti Ka’ab al-Anshariyah atau yang dikenal dengan Ummu Umarah.

Ummu Umarah tidak hanya berperan di balik layar, melainkan juga terjun menghadapi para musuh bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr, juga kedua anak dari suami pertamanya, Abdullah bin Ka’ab dan Habib bin Ka’ab. Putri dari Rabab binti Abdillah ini bahkan telah mengikuti berbagai peperangan, diantaranya perang uhud, hunain, khaibar dan yamamah.

Beliau sangat berjasa di mata Nabi SAW. Saat perang uhud berkecamuk dan umat muslim mengalami kekalahan, Nabi SAW hampir saja terbunuh. Ketika itu Ibnu Qumai’ah datang untuk membunuh Rasulullah SAW, namun Nusaibah dengan sigap menghadang dan melindungi beliau.

Melihat target musuhnya dilindungi, Ibnu Qumai’ah lalu memukul bagian belakang leher Nusaibah dengan sangat keras. Nusaibah pun tumbang dan terluka parah. Namun dengan kekuatan yang tersisa, ia masih mampu membalas Ibnu Qumai’ah dengan beberapa kali pukulan.

Darah pun bercucuran dari tubuh perempuan Bani Mazin an-Najar ini, ia berusaha menahannya dengan ikatan kain dari bajunya, namun darah tak juga berhenti mengalir. Itu merupakan luka yang paling parah hingga pengobatannya memakan waktu satu tahun.

Rasulullah SAW melihat Nusaibah menghadang musuh dengan sengit hingga menyisakan 13 luka di tubuhnya. Rasulullah SAW berkata “Ia tidak berpaling ke kanan atau ke kiri kecuali aku melihatnya terus berperang demi aku”.

Atas perannya yang begitu besar dalam perang Uhud, Rasulullah SAW bersabda “Kedudukan Nusaibah binti Ka’ab lebih baik daripada si fulan dan si fulan. Rasulullah SAW lalu berkata kepada putra Nusaibah, Abdullah “Allah memberkahi kalian wahai ahlul bait. Kedudukan ibumu lebih baik dari fulan dan fulan. Dan kedudukan suami ibumu Ghaziyyah bin Amr lebih baik dari fulan dan fulan, semoga Allah merahmati kalian wahai ahlul bait”. Bahkan Rasulullah SAW juga berdoa “Ya Allah, jadikanlah mereka orang-orang yang akan menemaniku di surga”.

Setelah perang usai, umat muslim bermalam untuk mengobati luka-luka. Keesokan paginya barulah mereka pulang. Namun Rasulullah SAW enggan pulang ke rumahnya sebelum mengetahui kabar Ummu Umarah. Beliau kemudian mengutus Abdullah bin Ka’ab al-Mazani untuk menanyakan keadaan Nusaibah. Abdullah pun kembali dengan membawa kabar bahwa Nusaibah selamat.

Keberanian Nusaibah tidak saja ditampakkan saat Rasulullah SAW masih hidup, tetapi juga setelah beliau wafat. Kisahnya diceritakan sebagai sosok pemberani dan tidak takut jika hal itu merupakan kebenaran.

Nusaibah menutup usia pada tahun 13 Hijriah. Adz-Dzahabi berkata “Ummu Umarah adalah salah satu perempuan Anshar terbaik”

Nusaibah merupakan tokoh superhero perempuan. Ia bukanlah tokoh fiktif dalam sinema. Melainkan tokoh perempuan yang sesungguhnya, perempuan pemberani ahli surga. Di masa kini, kita bisa mengambil hikmah dari perjuangan bidang ilmu pengetahuan, memberantas kebodohan, berita palsu, korupsi dan berbagai kejahatan di muka bumi.