Menurut pasal 2 Permendikbud Nomor  22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekoah ditegaskan bahwa Upacara bendera paling sedikit dilaksakan pada pagi hari setiap: a) peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia; b) Hari Senin, dan c) hari besar Nasional.

Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa ada 3 poin penting dalam Upacara Bendera, diantaranya:

  1. Latihan Kepemimpinan dengan menjadi seorang pemimpin yang memimpin kelompoknya,
  2. Salah satu kesempatan bagi kepala sekolah untuk berbicara langsung pada seluruh siswa, dan
  3. Menumbuhkan rasa kerjasama antar siswa, dengan bergantian menjadi petugas Upacara pengibaran bendera.

Apakah pandangan siswa-siswi SMA mengenai upacara bendera itu sama?

kami telah menanyakan atau mensurvei melalui media sosial tentang problematika yang terjadi di sekolah, yaitu upacara bendera berjalan tidak khidmat. Kami mensurvei 15 orang teman, 5 orang merupakan anggota OSIS/MPK, 5 orang lainnya merupakan anggota ekstrakulikuler paskibra, dan 5 orang sisanya adalah siswa-siswi SMA yang kami ambil secara acak. Survei kami menunjukan bahwa 13/15 siswa menganggap bahwa upacara itu penting. Seluruh anggota paskibra dan OSIS menjawab bahwa upacara bendera itu penting. Dan kebanyakan dari siswa dan siswi yang kami ambil sampel secara acak mengatakan bahwa upacara bendera itu penting.

Saya mengutip beberapa jawaban PRO dan KONTRA mengenai upacara.

“upacara itu penting karena upacara salah satu cara untuk mengapresiasi jasa-jasa pahlawan.”

“upacara itu penting karena merupakan bentuk nyata dari cinta tanah air dan kedisiplinan diri.”

“penting karena upacara membentuk pribadi yang disiplin, saling menghargai, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.”

“penting, tapi ga harus setiap minggu. Percuma kalau upacara tetapi pesertanya tidak menjalankan dengan baik.”

“seharusnya di dalam upacara itu yang lebih ditanamkan adalah nasionalismenya bukan formalitasnya.”

“sebenarnya upacara tuh bukan formalitas, sebenarnya upacara memiliki tujuan nasionalisme, tapi kadang sebagian isi dari upacara hanyalah formalitas belaka, misalnya amanat Pembina yang kesannya lama dan topiknya terkadang tidak penting.”

 

Apa yang membuat peserta upacara masih enggan untuk upacara?

“kebanyakan dari mereka antara malas, bosen, atau ingin ngobrol dan tak ingin capek”

“siswa merasa bosan, capek, dan mengantuk.”

“males berdiri lama dan gak mau kepanasan.”

“gak bawa topi, nanti takut dihukum maju kedepan.”

“muak dengan topik Pembina yang terkesan formalitas”

Kebanyaan siswa menganggap bahwa upacara itu penting, tetapi sebagian dari mereka menganggap bahwa upacara itu hanyalah formalitas belaka. Pandangan yang berbeda timbul dari pola pikir yang berbeda juga. Tetapi hal yang terpenting dari upacara bendera  adalah bagaimana kita saling menghargai, dan menumbuhkan jiwa patriotisme dalam diri kita. Bayangkan berapa banyak jasa para pahlawan yang gugur, pertumpahan darah terjadi hanya untuk merobek bendera belanda untuk memperjuangkan kemerdekaan dan  mengibarkan sang merah putih di tanah ibu pertiwi . Begitulah fakta yang terjadi, banyak dari mereka menganggap upacara bendera penting tetapi mereka tidak meresapi niai-nilai yang terdapat di upacara bendera. Mari kita tingkatkan tingkatkan kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai di dalam sebuah upacara bendera.