Masa SMA, masa yang paling berkesan katanya, masa itu biasanya diberi nama masa persahabatan, penghianatan, harga diri dan cinta, tak terasa tiga tahun hampir saja berlalu, masa yang katanya tiap tetes keringatnya menjadi guratan makna yang tak terkira, masa itu kini berlalu tanpa terasa, banyak cerita yang tersusun rapi didalamnya menjadi sebuah memori yang tak kan bisa terbayarkan berapapun jumlahnya.

Abu abu putih setelah ini akan berlalu, waktu terus merayap mengikuti langkah jejak kaki yang hilir mudik di tempat yang kokoh berdiri itu, tempat itu yang menjadi saksi bisu kisah remaja kami yang penuh dengan isak tangisan, candaan, sanjungan dan bahkan cemoohan dan hujatan, tempat yang katanya menjadi wahana menggapai asa yang selama ini kami dambakan.

Terus berjuang, berusaha  meroket menuju puncak tuk jadi yang terbaik, sebuah kata-kata naif yang biasa didengar remaja sesusia kami, berlomba menjadi yang teraktif dan terpopuler bagi sebagian remaja seusia kami adalah hal lumrah, haha menggelikan sekali kisahnya, kalimat kalimat yang impulsif terkadang keluar mencuat dari bibir - bibir kami, kami rasa kami tidak lagi sepolos itu untuk membedakan mana yang baik dan benar, perdebatan antar  teman untuk sekedar diakui pun seringkali mewarnai hari hari kami.

Kini masa masa itu akan segera berlalu entah apa saja yang sudah kami lakukan untuk masa itu, bagian utama dari masa itu adalah pengalaman, kenangan dan pelajaran tentang kehidupan, raga kami mungkin terus berlanjut untuk menjalani kehidupan yang fana,  terus berjuang menggapai asa dan cita, namun jiwa kami masih tertinggal disana, dimasa itu, dimana kami masih abu – abu.