Hati-Hati, Radikalisme Dapat Merenggut Masa Depanmu Loh

Miftahuzzakiyah

 

Sebenarnya, radikalisme itu seperti apa sih? Kok bisa sampai merusak masa depan generasi bangsa? Pengertian radikalisme menurut KBBI adalah paham atau aliran yang menginginkan suatu perubahan namun dengan cara kekerasan dan drastis. Namun, yang terjadi di masa saat ini adalah banyaknya tindakan dari paham radikalisme yang meresahkan masyarakat, bom bunuh diri dan aksi terorisme contohnya.

Tidak semua aksi paham radikalisme berlatarbelakang agama semata, sebab suatu kekecewaan, kurang kesejahteraan, dendam menjadi politik pemerintahan menjadi sebab seseorang bertindak radikal. Ya mirip kayak di film-film gitu, Gaes.

Nah, belakangan, radikalisme melanda Indonesia. Padahal,  negara kita cukup aman dari jenis peperangan. Ya nggak sih? Makanya, Radikalisme justru bisa menjadi ancaman dan merusak masa depan generasi bangsa.

Coba deh kamu bayangkan. Potensi anak bangsa jika sudah terjangkit radikalisme dapat hilang dan terbuang sia-sia, tidak tertorehkan ke dalam suatu karya, malah akan sibuk dengan aksi-aksi kekerasan. Misalnya, kamu memiliki kelebihan dalam menghapal al-Qur’an, pintar bahasa Arab dan Inggris, suka berbisnis, memiliki suara emas dan pandai menghasilkan karya kerajinan tangan, ahli dalam informasi dan teknologi atau IT, nah.. semuanya akan terhambat dan tidak akan berkembang jika kamu sibuk dengan hal-hal cenderung merusak. Iya kan?

Jangan sampai membuat masyarakat menjadi resah karena tindakan paham radikalisme kita, bukankah sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain? Bukan yang menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, jagalah diri kamu, keluarga dan kita bersama dari paham radikalisme yang membahayakan ini. Tidak hanya diri kamu yang akan rugi, tapi semua masyarakat, bangsa Indonesia. Supaya tidak terjangkit paham radikalisme, mari ketahui terlebih dahulu ciri-ciri paham radikalisme.

Biasanya, sikap seseorang yang terjangkit radikalisme ia cenderung akan menutup diri dan kurang empati, berhenti belajar dan sekolah , merasa paling benar, emosional dalam menyampaikan sesuatu, sering menyalahkan dan mengkafirkan, hingga ingin ikut hijrah ke irak dan suriah (naudzubillahi mindzalik), tidak mau salat di masjid yang tidak sealiran atau sepaham dan semacamnya.

Jika kita merasa ada ciri-ciri tersebut dalam diri kita maka segeralah untuk kondisikan kembali kesehatan mental kita, segera benahi diri kita supaya tidak terjerumus radikalisme lebih dalam lagi. Karena radikalisme ini menyerang akal dan pikiran kita dan itu lebih berbahaya jika tidak segera dipulihkan. Atau, kita melihat orang di sekitar kita memiliki ciri-ciri di atas maka segera untuk dilakukan pendekatan yang baik, jika tidak bisa bisa meminta tolong tokoh agama atau pihak berwajib. Mengapa? Karena jika tidak hal tersebut dapat menimbulkan keresahan banyak orang.

Radikalisme tidak hanya menyebar di kehidupan nyata, akan tetapi lewat sosial media sudah banyak tulisan-tulisan yang mengarah kepada radikalisme, sehingga kita semua harus lebih hati-hati. Islam mengajak semua umat untuk tetap menjaga kerukunan bukan peperangan dan saling menghina. Oleh sebab itu, tetap jaga potensi yang kita miliki ya dan terus kembangkan menjadi karya, jangan sampai karena radikalisme semua potensi tersebut terhambat dan hilang.

Kita juga wajib menjaga kemurnian agama supaya tidak seenaknya dicampuradukkan dengan tindakan-tindakan kekerasan yang berkedok agama dengan alasan untuk melaksanakan syari’at agama dengan sebenarnya. Ingat, Islam tidak pernah menimbulkan kerusuhan, Islam itu rahmatan lil’alamin.