Menjadi seorang pelajar berprestasi merupakan dambaan setiap pelajar. Dengan mendapatkan prestasi, mereka mampu membuat orang tua mereka bangga, dan dapat membuktikan mereka bisa melakukan sesuatu yang mereka sukai secara maksimal.

Itu tadi prakata dari cakrawala. Kini di sekolah kami, terdapat dua orang siswi yang menjadi kebanggaan baru pradita saat upacara pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 2019, di Alun-alun Kabupaten Boyolali dan Istana Negara. Merekalah Lavina dan Salma.

Baiklah sobat cakrawala, kali ini kru cakrawala bakal ngenalin kalian semua dengan 2 paskibraka dari Pradita ini. Yang pertama Salma, dia ini adalah pembawa baki sewaktu upacara di istana negara, pasti udah pada tahu kan ya? Kawan kita ini bernama lengkap Salma El Mutafaqqiha Putri Achzabi. Dia kelahiran Malang, dan berdarah Asli Malang, tepatnya pada  Desember 2002.

Salma yang memang sedari kecil, bermimpi untuk dapat mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara ini akhirnya dapat mewujudkan mimpinya atas jerih payahnya untuk melewati seleksi dari tingkat sekolah hingga tingkat provinsi. “mengikuti seleksi dari berbagai tingkat, mulai dari sekolah, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. banyak sekali peserta yang mengikuti dalam seleksi yang alhamdulillah saya bisa mewakili prov. jawa tengah dalam paskibraka nasional 2019.” Begitulah komentar Salma ketika diwawancarai tentang prosesnya untuk dapat menjadi Paskibraka Nasional.

Kemudian yang kedua ada Lavina Ardisa, gadis yang kerap disapa ‘lepeng’ ini lahir di Balikpapan pada tanggal 14 Mei 2003. Disini ia bertugas sebagai pasukan 8 saat upacara penurunan bendera di Alun-alun kabupaten Boyolali.

Berbeda dengan Salma yang memang bermimpi menjadi seorang paskibraka. Lavina disini belum memiliki latar belakang yang kuat dalam paskibra. Namun, hal tersebut ia tutupi dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi dan akhirnya bisa menjadi seorang Paskibraka Kabupaten.

Orang tua dan keluarga dari kedua siswi ini sangat mendukung mereka atas pencapaian mereka. Keluarga mereka senantiasa memberi dukungan emosional serta material pada keduanya.

Dan mereka sendiri pun menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka, dan tentunya menjadi kebanggaan dari SMA Pradita Dirgantara