Hayo, siapa yang liburan kali ini menjadikan rumah sebagai destinasi wisataalias nggak kemana-mana? Bertemankan gadget, camilan, dan rasa bosan, manusia jenis ini biasanya hanya bisa berangan-angan sembari melihat foto liburan di instagram. Mark Manson dalam bukunya The Subtle Art of Not Giving a F*ck mengatakan, manusia abad ke-21 cenderung berlarut-larut dalam masalah kecilnya hanya karena dibombardir oleh sejuta foto kesenangan di media sosial. Tenang, kalian nggak sendirian, kok! Masih banyak penikmat liburan di luar sana yang menjadikan makan-tidur-repeat sebagai siklus harian mereka di kala liburan. Jangan jadikan nggak kemana-manasebagai alasan bagi kalian untuk kehilangan esensi dari liburan, ya! Sebagai penghuni setia rumah, ada baiknya kalian menyusun kegiatan produktif untuk menghindari suatu kondisi bernama gabut. Bayangkan, dalam sehari kalian memiliki waktu dua puluh empat jam penuh yang sayang banget jika hanya digunakan untuk doing nothing. Sementara di lain sisi, kalian bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengasah bakat atau meningkatkan kebugaran tubuh.

 

         Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan ketika liburan adalah berpartisipasi dalam acara sosial atau car free day di kota kalian. Car free dayitu apa sih? Nah, car free day adalah salah satu program pemerintah untuk mengurangi polusi dengan cara melarang penggunaan kendaraan bermotor pada jam-jam tertentu. Biasanya, acara ini diramaikan dengan bazar, standmakanan, dan orang-orang yang berolahraga. Tidak hanya berguna untuk melawan kegabutan, acara car free day kalian juga bisa melatih kalian  bersosialisasi dan membiasakan  untuk beraktivititas di luar ruangan. Manfaatkan waktumu untuk berkenalan dengan orang baru karena acara ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari segala usia. Selain itu, pejuanggratisan cocok banget untuk turut serta karena acara ini tidak memungut biaya apapun. So, car free day bisa masuk ke dalam list kegiatan produktif kamu!

 

 

-Fatima Az Zahra-