Seseorang yang berani meminta maaf itu baik, dan orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain itu adalah orang yang hebat. Lantas untuk apa lisan diciptakan dan uluran jabat tangan diajarkan, jika bukan untuk saling memaafkan. Namun saat ini kata maaf terasa asing terdengar di telinga, karna ego pun semakin besar tertanam dalam diri. Orang-orang terkadang lupa untuk meminta maaf ketika ia berbuat salah, dan tidak jarang juga mereka menyepelekan kata “maaf”.

 

Idulfitri yang setiap tahun dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia untuk mensucikan hati, setelah selama satu bulan melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan. Merupakan momen berharga untuk bersilaturahmi, saling memaafkan diri dan berkumpul dengan saudara dan kerabat. Momen yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat ini, sekarang mulai luntur dan tergantikan dengan hanya berucap maaf melalui media sosial. Padahal akan lebih indah dan terlihat menghargai seseorang jika kita saling memaafkan dengan cara bertatap muka, menjalin silaturahmi antar saudara dan kerabat, bukan melalui media sosial saja.

 

Tidak ada momen yang lebih indah dari sekedar memaafkan. Oleh karena itu mari kita sadarkan diri agar menjadi pribadi yang mudah meminta maaf serta mudah memaafkan. Jangan bekukan lidah kita untuk meminta maaf hingga kita menjadi orang yang sombong. Jangan simpan dendam dalam diri hingga menjadi penyakit hati, lebih baik kita maafkan saja. Biasakan diri kita untuk saling memaafkan di kehidupan sehari – hari, karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa.