Maaf dan memaafkan. Dua kata yang memilik timbal balik yang selalu terhubung satu sama lain. Bagai peribahasa “pinang dibelah dua”, maaf dan memaafkan itu sama bobotnya, sama-sama mudah dilisankan tapi sukar diikhlaskan. Namun demikian bukan berarti kita enggan untuk menerapkannya. Banyak kegiatan yang kita lakukan dalam sehari, yah tentu saja tidak lepas dari kesalahan. Entah  tindakan atau ucapan kita, sebenarnya tanpa disadari membuat kesalahan yang kadang juga tidak kita sadari.

                Menjatuhkan tempat pensil teman, menjatuhkan buku teman, mengganggu orang, lupa mengerjakan tugas, menyela pembicaraan orang bahkan sampai tak sengaja memukul teman adalah hal yang biasa kita lakukan. Tapi apakah kamu sudah biasa mengucapkan maaf setelahnya?

                Sering orang bilang, “manusia adalah tempatnya salah”. Tapi itu bukan alasan kita tak mengucapkan maaf, disisi lain maaf sangatlah utama dan penting untuk kita ucapkan. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal bahkan semua hal yang ada didunia ini. Tapi wajibnya kita harus paham, mana yang bisa sangat sensitif bagi orang lain dan mana yang tidak. Apalagi di era-era bucin seperti sekarang ini hahaha...

                Disamping harus membiasakan untuk meminta maaf kita harus juga membiasakan satu hal ini juga. Apa itu? Memaafkan, yap tapi dengan ikhlas. Bukan hanya sekedar terucap mulut saja tetapi juga harus dalam hati karena sejatinya maaf memaafkan itu adalah satu. Terkadang memang kita butuh waktu dalam hal memaafkan namun jangan sampai setahun, dua tahun, tiga tahun, apalagi satu abad juga dong. Masalah itu lebih baik apabila kita selesaikan dengan secepat mungkin.

Tak hanya memaafkan saja yang butuh keikhlasan namun maaf pula juga butuh keikhlasan. Oh iya dari hal-hal baik yang kita lakukan pasti akan mendatangkan kebaikan pula. Termasuk maaf memaafkan ini, banyak sekali keajaiban-keajaiban yang dapat diciptakan-Nya. Seperti yang diungkapkan oleh peneliti dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat ketika kita berhasil memaafkan orang yang telah menyakiti kita, tekanan darah akan turun. Dalam jangka panjangnya tekanan darah normal dapat melindungi kita dari penyakit seperti stroke dan jantung.

Tak hanya terbebas dari penyakit stroke dan jantung saja, tetapi memaafkan juga bisa menurunkan reaktivitas stress bahkan melindungi tubuh dari dampak stress yang kita hadapi tersebut seperti yang ditulis oleh para peneliti dalam Journal of Biobehavioural Medicine. Memaafkan bahkan bisa juga menurunkan penyalahgunaan alkohol, gejala depresi, dan gejala kecemasan.

Eits yang sering kita lupakan itu, memaafkan diri sendiri. Maksudnya, kadang jika kita melakukan kesalahan, diri kita sendiri juga ikut menghakimi, nantinya kita tambah murung, down dan akhirnya depresi. Memaafkan diri sendiri itu sangat penting bagi kesehatan mental diri sendiri. Lalu  bagaimana cara memaafkan diri sendiri? Memaafkan diri sendiri bisa dilakukan dengan cara:

  1. Meninggalkan masa lalu
  2. Lihat hubungan dengan diri sendiri
  3. Lepaskan beban di hati
  4. Focus dengan masa depan
  5. Maafkan diri sendiri 

Nah sobat master, meminta maaf dan memaafkan itu penting adanya bagi kita. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan jadi jangan malu untuk mengakui kesalahan dan mememaafkan kesalahan. Dan jangan lupa memaafkan diri sendiri ya, sobat.