“Di suatu desa kucing, hiduplah ribuan kucing yang sangat tentram, aman dan damai. Di suatu hari datanglah pengembara dari desa anjing, salah satu kucing di desa itu merasa bahwa anjing itu kelihatanya pemberani, gagah dan tangguh. “Kenapa kita tidak coba hidup seperti dia, nanti kita terlihat gagah, pemberani dan tangguh”, ujar salah satu kucing kepada teman kucingnya. Seiring  berjalannya waktu si kucing pun merubah  gaya hidup layaknya seekor anjing.  karena dirasa gagah tangguh dan kuat, kucing lainpun menirukan gaya seperti anjing. Lama kelamaan semua kucing di desanya bersifat seperti anjing, mereka semua menggongong, mejulurkan lidah setiap saat, menjadi tidak makan ikan, dan hal mengerikan lainnya.”

 

Keaadan seperti cerita di atas pun mungkin terjadi pada Indonesia.Globalisasi menjadi salah satu sebab terjadinya fenomena yang disebut transisi tradisi. Transisi tradisi ini sendiri merupakan pergeseran budaya atau tradisi masyarakat.

 

Sekarang banyak yang lebih menyukai lagu barat dibandingkan lagu daerahnya, lebih senang dengan musik Kpop daripada musik dangdut,  lebih senang dance daripada tarian tradisional. sesungguhnya itu bukan hal yang buruk Tetapi yang menjadikannya buruk adalah dengan melupakan tradisi sendiri.

 

Pada faktanya Indonesia mempunyai 600 lebih bahasa daerah 33 pakaian adat dan ratusan tarian daerah. Tak tanggung-tanggung, Indonesia mendapat gelar sebagai negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia.

 

Namun kebudayaan yang sangat berlimpah ini perlahan mulai terkikis karena globalisasi. Dengan menyebut globalisasi adalah salah satu faktor terkikisnya kebudayaan Indonesia bukan berarti globalisasi itu hal yang negatif, sebenarnya yang perlu diperbaiki itu bukan globalisasi tapi, kita sebagai warga Indonesia yang harus melestarikan budaya Indonesia.

 

JADI KITA HARUS APA??

    Pastinya kalian tidak mungkin memberentikan trend-trend yang menjadi faktor transisi tradisi tersebut. Gak susah kok!, ini dia beberapa hal yang bisa kalian lakukan agar indonesia tidak bernasib seperti desa kucing

 

  1. Kenalan dengan tari dan musik tradisional

                        Tak kenal maka tak sayang. Kenalan aja dulu siapa tau jadi sayang.

 

  1. Jangan malu untuk membicarakan tradisi

                        Jangan malu dong, Engga malu maluin kok.

 

  1. Cobain belajar tari dan musik khas daerah kamu

                        Kalo yang lain “jangan coba-coba”, kalo ini harus dicobain

 

Kalo kalian bisa melakukan semua itu dengan baik berarti “kalean luar biasaa”. #CINTAINDONESIA #3HALUNTUKTRADISI

 

School : SMKN 10 Bandung 

Mading Team :  Rubin Danely, Silmi Sanila Harum, Raidah Qanitah, Popy Nurhalimah Published on 05/02/20